Photo-Suit

Budidaya Hewan dan Tanaman

via hiu23.wordpress.com

Budidaya Ikan Gurame, Peluang Usaha Yang Sangat Menjanjikan

September 16, 2016

Ikan air tawar apa yang paling enak? Ya, benar, jawabannya ikan gurame. Ikan ini memang mempunyai daging yang lembut, kesat, gurih dan tentu saja sangat lezat. Karena itu, banyak rumah makan dan restoran yang menjadikannya menu utama. Bahkan, ada sebagian orang yang menjadi penggemar fanatik ikan ini.

Wah, gurame ternyata tidak kalah dengan band rock ya…. Karena kelezatannya itu, permintaan pasar terhadap gurame cukup tinggi dan cenderung meningkat. Jakarta saja tiap harinya membutuhkan 10 hingga 15 ton ikan gurame.

Permintaan yang tinggi akan ikan gurame ternyata belum bisa dipenuhi peternak dalam negeri. Bahkan, untuk seluruh Indonesia, peternak kita hanya mampu mencukupi ¼ permintaan pasar saja. Sisanya? Ya, jadi peluang bagi kita yang sedang mencari usaha perikanan potensial untuk dikembangkan.

Pokoknya, usaha pembesaran ikan gurame tidak akan ada ruginya. Hal ini selain karena permintaan yang tinggi, juga dikarenakan harga gurame yang lumayan mahal dan relatif stabil. Jadi jangan takut akan terjadinya harga anjlok saat panen tiba.

Selain pasar dalam negeri, pasar luar negeri pun sangat menjanjikan. Beberapa negara tetangga dan negara-negara di benua Eropa menjadi pasar yang sangat potensial bagi gurame asal Indonesia. Dengan luasnya pasar yang tersedia, seharusnya kita dapat menangkap peluang ini untuk memulai budidaya pembesaran gurame.

Jangan terlalu pusing memikirkan modal, karena budidaya ini dapat menyesuaikan dengan modal yang dimiliki. Jika modalnya masih kecil, budidayakan ikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dulu. Nanti ketika modal bertambah, maka usaha ini dapat terus diperbesar.

Ciri dan Jenis Ikan Gurame

via pinterest.com

Sebelum memulai budidaya ikan gurame, kita perlu mengenal lebih baik dulu seperti apa sebenarnya ikan ini. Begitu juga dengan ciri-ciri dan jenisnya. Seperti yang kita semua tahu, ikan gurami bentuknya pipih serta lonjong. Mulutnya kecil dan sering terlihat monyong.

Dibagian rahang ada gigi-gigi kecil, yang akan semakin besar ukurannya pada bagian luar. Untuk sisik, ikan ini sisiknya lumayan besar dan pada bagian kepala ada tepian agak kasar dari sisik tersebut. Semakin tua umur ikan, sisik tersebut akan semakin keras.

Ternyata ikan gurame memiliki duri pada bagian sirip punggung serta (maaf) dubur. Untuk peraba, ikan ini dilengkapi dengan sepasang benang panjang yang sensitif. Dari segi warna, ada gurame yang warnanya hitam, putih maupun belang.

Pada tubuhnya terdapat bintik gelap serta bintikan yang bagian pinggirnya berwarna perak atau kuning, tepatnya dibagian atas dari sirip dubur. Sedangkan pada dasar sirip bagian dada ditemukan bintik hitam. Ciri-ciri tersebut adalah ciri-ciri umum. Secara khusus, akan kita bahas berdasarkan jenis-jenis Ikan Gurame, yaitu:

  1. Gurame Angsa atau Soang
  2. via commons.wikimedia.org

    Yang pertama akan kita bahas adalah Gurame Angsa atau Soang. Mengapa jenis gurame ini kita bahas dahulu? Karena produktifitas Gurame Angsa lebih tinggi jika dibandingkan gurame jenis lainnya. Pada umur satu tahun saja, gurame ini bisa mencapai berat 700 gr/ekor.

    Telur yang bisa dihasilkan pun mencapai 5.000 – 7.000 butir tiap indukannya. Bentuk tubuh Gurame Soang sedikit memanjang serta pipih ke bagian samping. Dahinya cukup menonjol, jadi terlihat seperti nonong. Nonong ini ada pada Gurame Angsa jantan maupun betina.

  3. Gurame Jepang
  4. via dejeefish2.wordpress.com

    Berikutnya, kita akan membahas Gurame Japang. Kalau dari produktifitas telur, gurame ini hanya bisa menghasilkan 2.000 hingga 3.000 butir telur untuk tiap ekor indukannya. Jauh dibawah Gurame Angsa. Ukuran tubuhnya juga lebih pendek dari Gurame Angsa, yaitu hanya 45 cm untuk ikan yang telah memiliki berat 3 – 4 kg.

    Ketika masih kecil, warna ikan ini kebiruan. Tetapi jika sudah dewasa, warnanya berubah menjadi agak gelap atau bahkan menjadi hitam.

  5. Gurame Paris
  6. via banyudadi.com

    Untuk masalah produktivitas dalam bertelur, gurame paris layak disandingkan dengan Gurame Angsa. Gurame ini mampu menghasilkan 5.000 – 6.000 butir telur oleh seekor induk dalam sekali pemijahan.

    Jika Anda ingin tahu ciri-cirinya, maka warna dasarnya yang merah cerah serta dihiasi bintik-bintik hitam pada sekujur tubuh adalah ciri-ciri Gurame Paris. Ciri lainnya adalah adanya variasi warna putih dibagian kepala.

    Bagaimana dengan berat dari ikan ini? Jangan khawatir, karena seekor Gurame Paris mampu mencapai berat maksimal hingga 1,5 kg.

  7. Gurame Bastar
  8. via youtube.com

    Kalau Anda mencari jenis gurame yang pertumbuhannya cepat serta memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka Gurame Bastar-lah yang Anda cari.

    Walaupun begitu, Gurame yang banyak terdapat di wilayah Jawa Barat ini memang tidak mampu menghasilkan telur sebanyak Gurame Angsa ataupun Gurame Paris. 2.000 hingga 3.000 butir telur saja yang dapat dihasilkan dari sekali pemijahan.

    Untuk warna tubuh, gurame ini warnanya kehitaman dengan kepala yang putih polos. Dahinya tidak terlalu nonong, tetapi ukuran sisiknya lumayan besar.

Nah, itu dia ciri-ciri dan beberapa jenis ikan gurame yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Walaupun masih ada jenis gurame lainnya seperti Gurame Bluesafir, Porselen, Kapas dan Batu.

Mengenal jenis-jenis dan produktifitas gurame memang sangat diperlukan sebelum mulai membudidayakannya. Sehingga kita dapat memilih gurame mana yang sesuai dengan pangsa pasar yang kita targetkan, serta kondisi tempat budidaya gurame tersebut.

Cara Memperoleh Bibit Ikan Gurame Melalui Pemijahan

via budidayaikangurameh.blogspot.com

Hal lain yang perlu diketahui sebelum mulai membahas budidaya ikan gurame, adalah pemijahan. Pemijahan ini merupakan cara untuk mendapatkan bibit ikan. Jadi jika kita mampu melakukan pemijahan, maka kita dapat menghasilkan bibit ikan sendiri, dengan jenis dan kualitas yang bisa dikontrol.

Pemijahan pada ikan gurame sebenarnya terjadi dengan sendirinya. Artinya, pemijahan tersebut tidak dilakukan secara buatan tetapi dengan cara yang alami. Walaupun demikian, ada hal-hal yang perlu kita persiapkan agar pemijahan memberikan hasil yang maksimal. Hal-hal tersebut meliputi:

  1. Pembuatan Sarang
  2. Dimana proses pemijahan terjadi? Sebenarnya proses pemijahan ikan gurame terjadi di kolam yang kondisinya sama dengan kolam pemeliharaan ikan. Tetapi, di kolam pemijahan harus ada sarang sebagai tempat telur.

    Bahan Sarang ini bisa berasal dari ijuk atau sabut kelapa. Tapi ijuknya harus yang halus, bersih dan sudah disisir rapi. Sabut kelapa juga, walaupun sudah halus tetap perlu disisir biar rapi. Nah, ijuk atau sabut kepala tersebut lalu diletakkan pada para dari anyaman batang bambu dan diletakkan di tiang bambu.

    Selain bahan pembuatan sarang, kita juga perlu mempersiapkan sosog yang akan digunakan ikan untuk tempat mereka membuat sarang. Jadi yang membuat sarang nanti ikannya ya, bukan kita. Sosog ini terbuat dari bambu, dan dibentuk seperti keranjang dengan diameter 20 centimeter. Dibagian ujung sosog ini dibuatkan gagang.

    Sebenarnya, untuk lebih praktis bisa juga digunakan keranjang sampah sebagai pengganti sosog. Ini dilakukan jika di daerah Anda sulit ditemukan sosog. Tapi jangan khawatir, efektifitas keranjang sampah juga sama kok dengan sosog.

  3. Pemilihan Indukan
  4. Nah, kalau bahan sarang dan sosog sudah disiapkan, berarti indukan sudah bisa dilepaskan. Tapi sabar dulu, kita harus melakukan pemilihan indukan jantan dan betina yang baik dan sudah siap untuk dipijahkan.

    Begini… untuk gurame jantan yang siap dipijahkan, perhatikan bibir bawahnya. Jika bibir bawah sudah memerah, serta warna seluruh bagian tubuh juga sudah memerah maupun hitam terang, maka jantan itu sudah matang. Ciri yang lain adalah perutnya membentuk sudut yang tumpul serta gerakannya semakin lincah.

    Lalu, bagaimana dengan indukan betinanya? Betina yang sudah matang dan siap bertelur, akan memiliki perut yang membulat serta membesar. Terlihat juga perutnya seperti membentuk sedikit benjolan. Sisiknya mulai tidak normal dan terlihat membuka. Pergerakan betina ini menjadi lebih lamban.

    Baiklah, jika sudah mendapatkan jantan dan betina yang siap kawin, maka penebaran ikan indukan bisa dilakukan pada pagi hari. Untuk kolam seluas 20 m2, kita bisa menebar24 ekor indukan, yaitu 4 ekor induk jantan dan 20 ekor betina.

  5. Proses Pemijahan
  6. Ternyata indukan gurame yang telah ditebar tidak langsung memijah, tetapi harus beradaptasi dulu. Adaptasi ini bisa berlangsung hingga 2 minggu. Sabar, proses ini memang dibutuhkan untuk mencari pasangan juga. Berikutnya adalah pembuatan sarang oleh Sang jantan. Pembuatan sarang juga memerlukan waktu paling tidak seminggu lamanya.

    Jika sarang telah jadi, di sore hari yang tenang barulah pemijahan terjadi. Telur yang keluar dari perut betina akan diletakkan di dalam sarang. Setelah pemijahan selesai, induk betina ikan gurame akan menjaga sarang tersebut.

Selanjutnya… dalam waktu 24 hingg 48 jam, telur-telur tersebut akan menetas. Agar telur yang menetas semakin banyak, suhu kolam harus dipertahankan pada 29 – 30 0C. Hari ke – 3 atau ke – 4 adalah waktunya bagi larva gurame untuk pindah ke kolam pendederan.

Pada kolam ini, larva akan berkembang menjadi bibit ikan yang berukuran 1 cm. Pemberian pakan bisa dilakukan pada hari ke – 7 atau 8. Ingat, kolam pendederan jangan terlalu padat, karena dapat menyebabkan kematian bibit ikan.

Cara Melakukan Budidaya Ikan Gurame

via kknm.unpad.ac.id

Sekarang saatnya kita mengetahui bagaimana cara budidaya ikan gurame. Budidaya ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan ukuran ikan yang ingin dipanen. Tentu saja, permintaan pasarlah yang menentukan ukuran tersebut. Apakah menginginkan ikan dengan berat di bawah ataukah di atas 1 kg.

Pada prinsipnya, budidaya dilakukan dengan cara relatif sama. Perbedaan bisa terjadi pada jenis kolam yang digunakan. Ada kolam tanah, terpal, semen ataupun keramba apung. Saat ini kita bahas yang kolam tanah dulu, ya. Begini tahapannya :

  1. Persiapan Kolam
  2. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengeringkan kolam hingga tanahnya retak-retak. Mengapa kolam perlu dikeringkan? Hal ini bertujuan agar kuman dan mikroorganisme yang tidak diinginkan bisa mati.

    Setelah itu, kolam lalu digemburkan dengan tujuan menghilangkan ammonia yang mungkin terdapat di tanah. Lalu dilakukan pengapuran dengan tujuan menyeimbangkan tingkat keasaman tanah serta menghilangkan mikroorganisme yang bersifat patogen atau penyebab penyakit.

    Caranya, adalah dengan menaburkan kapur dolomit di permukaan kolam secara merata. Semakin asam tanah, maka kapur yang digunakan pun semakin banyak.

    Berikutnya… lakukan pemupukan dengan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos. Berikan juga urea serta TSP. Jangan heran, kolam ikan gurame memang perlu dipupuk seperti pada tanaman. Tujuannya untuk memberi nutrisi bagi organisme seperti plankton dan tanaman lain yang bisa jadi makanan alami gurame.

    Jika sudah diberi pupuk, kolam bisa diisi air. Tapi lakukan secara bertahap, ya. Setelah penuh, biarkan dulu selama seminggu, hingga fitoplankton tumbuh dengan baik dan kolam berwarna kehijauan. Setelah itu, baru bibit ikan bisa ditebar.

  3. Penebaran Bibit
  4. Bibit ikan ukuran berapa sih yang bisa dimasukkan ke kolam budidaya? Umumnya, benih ikan yang ditebarkan adalah yang memiliki ukuran 5 hingga 7 cm. Tetapi, bibit ikan ini jangan langsung dimasukkan kolam, ya. Beri kesempatan ikan untuk beradaptasi dulu.

    Caranya, siapkan ember atau bak yang telah diisi dengan air dari kolam. Setelah itu, benih dimasukkan. Biarkan kurang lebih 20 menit hingga ikan terbiasa dengan suhu dan kondisi air kolam. Baru setelah itu ikan dapat dilepaskan ke dalam kolam.

  5. Pemberian Pakan
  6. Apa alasan plankton dan tanaman air diberi pupuk dan dibiarkan tumbuh di kolam? Jika Anda menjawab karena gurame adalah hewan pemakan tumbuhan atau herbivora, maka Anda benar. Jadi, plankton dan tanaman kolam akan menjadi salah satu pakan untuk gurame.

    Selain itu, gurame juga dapat diberi pakan tambahan berupa daun talas, kangkung, daun singkong, daun papaya dan daun ubi jalar. Gurame juga doyan makan berbagai jenis tauge, seperti taoge kacang merah, tauge kacang hijau ataupun tauge bibit padi.

    Sebagai makanan utama, budidaya gurame modern menggunakan pelet sebagai pakan. Kita perlu memberikan pelet agar kebutuhan protein ikan juga terpenuhi. Biasanya sih, pelet ini mengandung protein hingga 30 %. Selain pelet yang dibeli di toko pakan, kita juga bisa membuat pakan buatan sendiri.

    Jagung, ampas tahu dan dedak yang direbus lalu dicincang dapat menjadi pakan buatan bikinan sendiri. Gurame membutuhkan pemberian pakan yang teratur, berkualitas tinggi dan jumlahnya cukup. Dengan begitu, pertumbuhannya bisa cepat dan bagus.

  7. Perawatan
  8. Untuk perawatan, ikan gurame tidak memerlukan perawatan yang khusus. Biasa saja sih, seperti ikan-ikan air tawar lainnya. Seminggu sekali, kita harus memeriksa jumlah air. Khawatir jumlah air mengalami pengurangan dan butuh untuk ditambah.

    Pengecekan lain yang perlu dilakukan adalah tingkat keasaman air serta suhu. Perhatikan juga apakah ada sisa makanan yang bisa menyebabkan timbulnya amoniak beracun pada air kolam. Oh iya, jangan beri pencahayaan yang terlalu terang pada kolam, karena ikan gurame dapat stress dan mati.

Setelah melakukan berbagai usaha keras untuk memijahkan dan membudidayakan ikan gurame, waktu panen pun tiba. Hal ini tentu melegakan mengingat waktu penantian yang lumayan lama. Panen dilakukan pada kolam-kolam yang ikan guramenya telah memiliki berat yang diinginkan.

Lakukan panen dengan mengurangi air kolam terlebih dahulu, kemudian dilakukan penjaringan. Ikan gurame dengan ukuran seragam akan memudahkan pemasarannya. Dengan melakukan budidaya yang benar, tingkat keberhasilan yang diharapkan bisa mencapai 85% atau bahkan lebih.

Peluang Ekspor Ikan Gurame

via guramemurahbanget.blogspot.com

Walaupun kebutuhan ikan gurame dalam negeri belum terpenuhi, tetapi tidak salah juga jika kita melirik pasar internasional. Peluang ekspor ikan gurame juga sangat besar. Beberapa negara sangat tertarik dengan ikan gurame dari Indonesia.

Sebut saja Malaysia, Jepang, Singapura dan Brunai Darussalam. Lebih jauh lagi Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa juga bisa menjadi pasar yang potensial. Kita tidak perlu bingung bagaimana menjual ikan gurame kita disana. Kan banyak broker yang siap menjualkan gurame kita ke luar negeri.

Hal penting yang harus kita lakukan adalah menjaga kualitas ikan agar sesuai dengan standar ekspor. Jika melihat Standar Mutu produk perikanan, ternyata tidak hanya ikan hasil panennya saja yang harus dijaga kualitasnya, tetapi semua aspek budidaya mulai dari pembenihan benar-benar harus dikontrol.

Benih yang digunakan tidak boleh menggunakan benih hasil rekayasa genetika. Kemudian persiapan kolam yang meliputi pengapuran, desinfeksi, hingga kualitas air yang digunakan harus sesuai dengan standar. Hal ini tentu dilakukan agar ikan tidak terkontaminasi melalui air kolam.

Berikutnya adalah mengenai pakan. Pakan yang digunakan untuk ikan gurame kualitas ekspor harus sesuai dengan SNI. Dimana pakan buatannya harus mengandung protein sebanyak 20 hingga 26%. Pakan daun pun diperbolehkan, diantaranya adalah daun talas dan kangkung.

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan untuk menghasilkan ikan kualitas ekspor adalah sintasan. Apa sih sintasan itu? Sintasan adalah perbandingan jumlah ikan yang hidup pada saat panen dengan jumlah ikan yang ditebar. Nah, menurut standarnya sintasan ini harus mencapai 85 hingga 95%.

Lalu bagaimana dengan ikannya sendiri? Ikan gurame kualitas ekspor dibesarkan dari bibit yang memiliki berat 200 – 300 gram/ekor hingga mencapai ukuran panen 500 – 750 gram/ekor. Lama pembesaran adalah 120 hingga 150 hari, atau umur maksimal ikan 470 hari.

Biasanya ikan gurame diekspor dalam keadaan beku. Kesegaran dan kualitas ikan harus benar-benar terjaga. Memang, banyak aspek yang harus diperhatikan jika mau mengekspor ikan. Tetapi kita dijamin tidak akan menyesal, karena harganya yang lebih tinggi dibandingkan menjual gurame di dalam negeri.

Analisa Usaha Budidaya Ikan Gurame

via empangqq.wordpress.com

Walaupun sudah mengetahui cara budidaya ikan gurame dan kemana menjualnya, kita juga harus melakukan analisa usaha. Caranya dengan menghitung biaya produksi yang harus dikeluarkan serta keuntungan yang bisa diperoleh. Jangan bondo nekat, asal jalan saja. Nanti ditengah jalan nggak bisa beli pakan kan repot.

Karena itu, sejak awal dihitung dulu, berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa kemampuan modal kita. Kalau kemampuan modalnya kecil, ya jumlah ikannya tinggal dikurangi saja. Nanti besar kolam serta kebutuhan pakannya pun otomatis berkurang. Gampang kan?

Sekarang kita hitung dulu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pembesaran 1.600 ekor gurame dalam waktu 12 bulan. Untuk bibit, kita beli benih gurame ukuran 5 cm dengan harga Rp. 2.000. Jadi untuk 1.600 ekor, dibeli dengan harga Rp. 3.200.000. Untuk pakan apung, selama 12 bulan diperlukan 24 sak seharga Rp. 5.040.000.

Berikutnya untuk obat, biaya yang diperlukan adalah Rp. 400.000. Sedangkan pakan tambahan yang berupa daun, usahakan bisa mendapatkannya secara gratis ya. Jadi, total biayanya adalah Rp. 8.640.000.

Sekarang saatnya menghitung keuntungan. Nah, dari 1600 bibit ikan, kita asumsikan tingkat keberhasilannya 90%. Jadi saat panen, kita peroleh 1440 ekor ikan gurame. Jika tiap ekor beratnya 750 gram dan harga perkilonya Rp. 25.000, maka pendapatan yang bisa kita peroleh dalam satu kali panen adalah Rp. 27.000.000.

Sedangkan keuntungannya dihitung dengan cara mengurangi pendapatan dengan total biaya. Dan hasil yang diperoleh adalah Rp. 18.360.000. Bagaimana, lumayan kan? Kalau begitu tunggu apa lagi, segera tangkap peluang usaha pembesaran ikan gurame sebelum diambil orang.

Sharing is Caring

«


KATEGORI

Copyright © 2024 Photo-SuitContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service