Photo-Suit

Budidaya Hewan dan Tanaman

via albaybiz.blogspot.com

Budidaya Ikan Patin Rumahan, Praktis, Ekonomis dan Menguntungkan

October 3, 2016

Ikan patin adalah jenis ikan konsumsi air tawar yang sangat digemari di Indonesia. Ikan ini masuk ke dalam kelompok ikan berkumis yang mudah untuk dibudidayakan dalam berbagai jenis kolam.

Misalkan kolam irigasi, kolam tadah hujan, dan kolam rawa non-pasang surut. Belakangan telah dikembangkan untuk kolam terpal dan kolam tembok.

Budidaya ikan patin yang dikembangkan di Indonesia adalah jenis ikan patin siam atau disebut juga Pangasius Hipophthalamus.

Ikan patin juga digolongkan sebagai catfish karena perilaku yang dimilikinya. Ikan lain yang memiliki golongan yang sama (catfish) adalah ikan lele yang sering kita jumpai di pasaran. Kedua ikan tersebut merupakan ikan yang nocturnal atau aktif di malam hari.

Jadi bila anda pernah melakukan budidaya ikan lele, maka tidak akan mengalami kesulitan untuk melakukan budidaya ikan patin ini. Yang membuat ikan patin lebih menguntungkan adalah nilai jual yang lebih baik dari ikan lele.

Ikan patin ini memiliki postur tubuh yang panjang berwarna perak keputihan. Pada bagian punggung ikan berwarna kebiru-biruan agak gelap. Panjang ikan ini bisa mencapai 1.2m, merupakan salah satu ikan air tawar berpostur besar.

Namun untuk mencapai panjang maksimal akan memakan waktu yang lama, hingga akan kehilangan nilai ekonomis ikan. Umur ikan patin yang ideal untuk pasar Indonesia adalah sekitar 4 sampai 5 bulan dengan bobot sekitar 500 gram sampai 1 kg per ekor.

Aneka Manfaat Ikan Patin Yang Kaya Akan Omega-3

via 21food.com

Berdasarkan penelitian, ikan patin memiliki kandungan gizi yang tinggi. Manfaat ikan patin karenanya sangat banyak. Ikan yang dagingnya sangat lembut ini kaya akan dua asam lemak esensial DHA dan EPA.

Asam lemak esensial ini dikenal dengan Omega-3, yang sangat baik untuk kesehatan tubuh dan otak. Omega-3 dipercaya mendukung kecerdasan anak dan memperkuat system kekebalan tubuh. Kadar DHa di dalam ikan patin mencapai 5,45 % sedang kadar EPA mencapai 0,78 %.

Sementara itu, ikan patin kaya akan lemak tak jenuh yang berada diatas 50 %. Dari jumlah tersebut, asam oleat banyak terdapat di dalam daging patin mencapai 7,43 %. Lemak tak jenuh ini sangat baik sebagai cara pencegahan penyakit kardiovaskular.

Tidak hanya itu, asam lemak sangat bermanfaat menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga bisa mencegah resiko penyakit jantung koroner. Disisi lain, manfaat ikan patin juga bisa dilihat dari kadar kolesterol pada ikan ini yang sangat rendah.

Kandungan protein pada ikan patin juga cukup besar, yaitu sekitar 159 gr. Protein sangat penting bagi pertumbuhan sel-sel dalam tubuh dan menjaga tubuh tetap sehat.

Jika anda mengkonsumsi ikan patin berikut dengan tulangnya, misalnya jika dimasak presto, anda juga akan mendapatkan kalsium dan fosfor yang baik untuk tulang. Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan bisa menghambat pertumbuhan tulang dan gigi.

Dengan kebaikan dan kandungan gizi tinggi yang terdapat pada ikan patin, maka ikan patin menjadi pilihan sumber protein dan gizi yang sangat bermanfaat untuk anak-anak, ibu hamil, dan siapa saja termasuk anda.

Mengkonsumsi ikan patin tidak hanya memberikan pengalaman kuliner yang lezat dan mantap, juga akan memberikan anda dan keluarga anda kesehatan dan kebaikan. Manfaat ikan patin akan semakin sempurna dengan cara pengolahan yang tepat dan sehat.

Teknik Dasar Pemberian Makanan Ikan Patin Agar Sehat

via mnsoybean.org

Makanan ikan patin adalah salah satu hal yang harus anda perhatikan pada budidaya ikan patin. Pemberian pakan yang tepat dan benar berpengaruh terhadap pertumbuhan berat, kualitas dan kesehatan ikan patin.

Pemberian pakan juga berpengaruh terhadap biaya operasional yang akan anda keluarkan dalam budidaya ikan patin. Karena itu, manajemen pakan ikan patin harus direncanakan secara seksama.

Untuk meningkatkan berat dan mempercepat pertumbuhan pada budidaya ikan patin, pemberian pellet setidaknya harus diberikan sekitar 4 kali dalam sehari. Pemberian pellet ini, sesuai dengan ukurannya, diberikan mulai benih ditebar hingga patin telah siap dipanen. Dosis pakan per 12500 ekor tebaran adalah 50 kg/bulan.

Pada bulan kedua pakan yang disediakan adalah 150 kg, sementara pada bulan ketiga 300 kg. Setelah itu anda bisa mengurangi pellet dan menambahkan pakan alternative untuk menekan biaya.

Makanan ikan patin sebagai alternative pellet pabrikan ada dua jenis. Pertama adalah pakan yang bisa dikonsumsi langsung seperti sisa makanan, limbah roti atau biscuit, ikan rucah dan sebagainya. Pemberian pakan jenis ini diberikan pada bulan keempat.

Namun walaupun bisa diberikan secara langsung, ada hal syarat yang harus anda perhatikan yaitu pada ikan rucah singkirkan duri atau tulangnya terlebih dahulu. Pada makanan sisa, pastikan tidak pedas atau asam.

Jenis pakan yang kedua adalah pakan yang anda buat sendiri, menjadi seperti pellet pabrikan. Bahan-bahan untuk pellet homemade ini mudah dan murah. Misalnya, ikan asin, bekatul, dedak halus, ampas singkong, ampas tahu dan daun papaya.

Anda bisa menggunakan mesin pencacah atau menumbuk secara manual. Anda juga bisa memanfaatkan gilingan daging jika punya. Sebelum diberikan pada patin, adonan dari bahan diatas harus dijemur terlebih dahulu untuk menghilangkan kadar air.

Makanan ikan patin diatas bisa anda buat sekaligus dalam jumlah banyak sebagai cadangan makanan selama beberapa bulan. Asalkan tingkat kekeringannya sempurna dan penyimpanannya baik pellet tidak akan cepat rusak.

Jangan ragu tentang kandungan gizinya, karena bahan-bahan seperti ampas tahu, ampas singkong, bekatul maupun ikan asin sangat baik dan kaya akan gizi. Pelet bikinan sendiri juga tentunya akan disukai oleh ikan patin yang anda budidayakan.

Jenis pakan tambahan alternative mana yang akan anda pilih tentu disesuaikan dengan kemampuan dan lokasi anda. Apabila anda tinggal di wilayah yang mudah untuk mendapatkan bahan-bahan makanan sisa tentu harus dimanfaatkan.

Demikian juga jika anda dekat dengan lokasi limbah ampas tahu dan sebagainya. Jika anda bisa membuat makanan ikan patin sendiri tentu akan sangat menghemat biaya budidaya ikan patin.

Budidaya Ikan Patin Kolam Terpal Hemat dan Gampang

via pinterest.com

Budidaya ikan menggunakan kolam terpal sudah popular diterapkan terutama pada jenis ikan lele. Lele kolam terpal bahkan menjadi andalan program di beberapa wilayah.

Namun, tahukah anda jika kolam terpal juga bisa diterapkan untuk budidaya ikan patin? Secara prinsip, penggunaan kolam terpal untuk patin maupun ikan lele sama saja. Artinya, anda pun kini bisa mencoba budidaya kolam terpal yang mudah, hemat biaya dan sederhana tersebut.

Cara budidaya ikan patin menggunakan kolam terpal memiliki beberapa keunggulan, yaitu;

  1. Hemat Biaya
  2. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun kolam, baik kolam tanah, kolam semi permanen maupun permanen tidak sedikit.

    Jika anda menggunakan terpal, maka tentu biayanya bisa ditekan lebih banyak. Anda cukup membeli terpal secukupnya sesuai ukuran kolam yang akan anda buat, beberapa batang bamboo untuk pagar, tali dan selang air.

  3. Mudah Pembuatannya
  4. Kolam terpal lebih mudah pembuatannya. Anda bisa menyesuaikan dengan pekarangan yang anda miliki.

    Cukup menyiapkan bambu sebagai pagar keliling kolam, lalu letakkan terpal hingga membentuk kolam. Ikat keempat sisinya agar kolam tidak tumpah atau terlipat saat diisi air. Terpal yang digunakan pilih dari terpal yang cukup kuat dan tebal.

  5. Praktis
  6. Kolam terpal memang tidak tahan lama, namun cukup tahan untuk beberapa kali musim panen. Asalkan perawatannya baik dan menghindari resiko kebocoran dengan tidak menggunakan peralatan yang tajam disekitar kolam.

    Kolam terpal mudah diganti, mudah dibersihkan dan gampang perawatannya. Selain itu juga fleksibel. Anda bisa menambah kolam kapan pun anda mau sejauh masih terdapat ruang.

Nah, keunggulan diatas menarik bukan? Kini anda bisa mewujudkan hobi dan bisnis anda dalam budidaya ikan patin rumahan yang murah dan gampang. Anda tidak perlu lagi membeli ikan kegemaran anda di pasar, cukup memelihara di rumah dalam kolam terpal yang sederhana.

Tetapi, ketika anda menggunakan kolam terpal, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan agar ikan tetap sehat dan kolam anda awet tak gampang rusak, yaitu;

  1. Setelah kolam terpal jadi dan diisi dengan air jangan buru-buru memasukan ikan patin anda ke dalamnya. Tunggulah setidaknya selama 1-2 minggu sampai PH airnya tidak asam. Air sumur atau air PAM mungkin mengandung keasaman yang kurang baik untuk ikan. Hal ini juga untuk menghindari racun yang mungkin masih menempel pada terpal.
  2. Selain itu, isilah air secara bertahap, jangan langsung penuh. Anda bisa memulainya dari setinggi 20 cm sampai kira-kira setengah terpal. Hal ini juga penting untuk mengecek apabila anda kebocoran atau desain yang kurang pas posisinya.
  3. Setelah diisi dengan benih ikan, pastikan untuk menjaga kolam tetap bersih tidak berlumpur. Patin tidak seperti lele yang menyukai kolam berlumpur atau keruh. Jadi sebaiknya anda rutin mengganti air agar ikan patin anda sehat.
  4. Berikan pakan secukupnya sesuai kebutuhannya dan dengan cara yang tepat. Pemberian pakan yang berlebihan akan membuat kolam cepat kotor. Kadar protein dari pellet yang tidak termakan habis juga mengurangi kualitas air.
  5. Sering-seringlah mengecek kondisi terpal apabila air membludak saat hujan, atau kemungkinan bocor dan rusak. Jika anda tidak rutin mengawasi kolam terpal anda, hal-hal yang buruk seperti kolam rusak dan sebagainya akan sulit dihindari.
  6. Pastikan saluran pengairan yang mudah dan baik. Terutama jika anda membuat kolam di lingkungan perkampungan. Anda harus membuat system pembuangan air yang memadai agar tidak mengganggu tetangga.

Anda bisa membuat beberapa kolam untuk pembibitan, pembesaran, pemijahan dan sebagainya dengan kolam terpal. Bedanya hanya ukuran sesuai tingkat kebutuhan anda.

Namun jika anda baru pemula, ada baiknya anda mencoba dulu budidaya ikan patin dengan system pembesaran. Anda bisa membeli bibit patin untuk dibesarkan. Sambil melihat peluang dan kondisi lingkungan sekitar apakah cocok atau sesuai untuk budidaya patin.

Budidaya Ikan Patin Dengan Kolam Tembok Beton Awet dan Tahan Lama

via pinterest.com

anda dapat melakukan budidaya ikan dengan menggunakan kolam tembok beton yang permanen dan tahan lama. Biaya investasi kolam dengan cara ini tergolong cukup tinggi. Karena itu, sebaiknya dilakukan untuk anda yang telah mencoba kolam terpal dan berhasil.

Meskipun memiliki biaya yang lebih besar di awal, namun kolam tembok akan lebih tahan lama hingga bisa dikatakan cukup baik untuk investasi bisnis jangka panjang.

Ada dua tipe kolam tembok beton yang dapat anda gunakan sebagai referensi membuat kolam. Tipe yang pertama adalah tipe kolam gali seperti kolam ikan pada umumnya.

Tipe yang kedua adalah tipe kolam permukaan yang dibuat diatas tanah tanpa melakukan penggalian kolam. Kedua tipe ini memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan lokasi dibangunnya kolam.

Untuk memilih kolam yang tepat sesuai kebutuhan, berikut sedikit ulasan yang mungkin dapat dijadikan referensi.

  1. Kolam Tembok Beton Tipe Tanam atau Gali
  2. Kolam tipe tanam atau gali biasanya dibangun menyesuaikan sumber air yang digunakan. Tipe ini dibangun apabila menggunakan sumber air dari sungai yang letaknya lebih rendah dari permukaan lahan.

    Karena itu, penggalian diusahakan pada musim kemarau saat air sungai surut. Hal ini dilakukan agar batas air minimal untuk budidaya dapat terpenuhi. Selain itu, saat musim kemarau anda tidak perlu menyedot air dengan menggunakan pompa air mekanik.

  3. Kolam Tembok Beton Tipe Permukaan
  4. Tipe ini biasanya dibangun pada areal lahan cadas berbatu atau lahan pekarangan yang telah dikeraskan. Hal itu terjadi karena akan lebih memakan biaya tinggi bila harus menggali lahan. Sumber air yang dapat digunakan adalah air sumur baik sumur bor maupun sumur gali.

    Tidak disarankan menggunakan air PAM, terutama didaerah perkotaan karena kandungan bahan kimia yang tinggi. Namun bila terpaksa digunakan anda bisa menetralisir air agar terbebas dari bahan kimia pembersih air.

Keuntungan menggunakan kolam tembok beton adalah system pengairan yang mudah diatur antara air masuk dan air keluar. Hal tersebut akan memudahkan anda menguras air dan membuang air kolam pada saat panen.

Endapan lumpur yang tidak disukai oleh ikan patin pun dapat anda deteksi dan buang dengan mudah. Dan karena konstruksi yang kuat, maka kemungkinan gagal panen karena kolam jebol dapat dinetralisir dengan maksimal.

Karena sifatnya yang permanen, kolam tembok beton harus menggunakan desain dan perhitungan yang mantap dan sesuai kebutuhan. Hal itu dilakukan agar terdapat kesesuaian antara investasi dan hasil yang akan diperoleh. Untuk membangun konstruksi kolam tembok beton, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Berikut ini beberapa ulasan mengenai konstruksi ideal yang bisa anda jadikan acuan membangun kolam ikan patin.

  1. Kedalaman Kolam
  2. Ke dalam ideal untuk kolam ikan patin dengan masa panen 5 bulan adalah 1 hingga 1,5m. Karena itu usahakan membangun dengan kedalaman lebih dari 1m.

    Kolam yang kurang dalam akan cenderung membuat ikan cepat stres sehingga mengganggu pertumbuhan ikan patin. Terutama untuk kolam yang dibangun dengan tipe permukaan. Untuk menghindari ikan melompat dan air kotor karena dahan masuk ke kolam, anda bisa menggunakan jaring atau paranet.

  3. Luas Kolam
  4. Salah satu cara agar ikan patin dapat berkembang dengan baik adalah populasi yang ideal. Populasi yang pas untuk ikan patin agar bisa tumbuh dengan baik adalah 25 ekor per 1 meter kubik.

    Apabila anda memiliki kolam dengan ukuran 10 x 10x1 atau 100 m3,maka anda dapat memelihara ikan patin sebanyak 25x100 atau 2.500 ekor bibit ikan. Menambah bibit dengan kapasitas berlebih tidak akan meningkatkan hasil panen ikan yang anda lakukan.

  5. Saluran Air
  6. Sirkulasi air salam budidaya ikan patin sangat penting karena ikan patin cocok hidup di air yang cukup jernih dan tanpa endapan. Karena itu, pembuatan saluran buangan harus dilakukan dengan baik.

    Anda bisa membuat dua saluran pembuangan air dalam satu kolam tembok beton. Yang pertama digunakan untuk menguras air dan membuang endapan. Yang kedua digunakan untuk membuang kelebihan air apabila terjadi hujan lebat.

Untuk pengairan pada kolam tembok beton sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan ikan patin. Pada awal memasukan bibit ikan yang masih kecil, kolam cukup digenangi setinggi 30-40 cm.

Kemudian anda bisa menaikkan level air 10 cm per dua minggu hingga mencapai batas optimal antara 100 cm hingga 150 cm. Hal ini dilakukan agar ikan tidak terlalu banyak menghabiskan tenaga untuk mengambil oksigen di permukaan air.

Analisis Bisnis Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Patin

via pinterest.com

Budidaya ikan patin pembesaran sangat pas bagi anda yang belum terlalu mahir dalam melakukan budidaya ikan. Bibit yang digunakan sebaiknya menggunakan bibit yang sudah cukup besar berukuran 3 inch.

Hal ini dilakukan karena bibit ukuran ini sudah memiliki daya tahan yang bagus hingga kemungkinan hidup akan tinggi. Dengan memilih bibit yang baik maka akan memiliki prospek keuntungan yang baik.

Selain bibit, pemberian pakan juga akan berpengaruh pada daya tahan dan pertumbuhan ikan. Untuk pembesaran ikan patin bulan pertama akan membutuhkan pakan khusus (pelet) dengan ukuran yang lebih kecil dan memiliki harga yang lebih tinggi.

Untuk bulan berikutnya hingga panen, dapat menggunakan pellet apung yang bisa dibeli di toko atau pasar. Agar biaya pakan stabil, anda bisa menambahkan pakan alternative yang mudah di dapatkan di daerah anda.

Agar gambaran biaya bisa lebih jelas, mari kita lakukan estimasi biaya untuk modal dan hasil budidaya ikan patin. Analisis yang akan dilakukan adalah analisis usaha dengan kolam berukuran 10 m x 10 m dengan kedalaman air 125 cm.

Biaya atau pengeluaran yang akan kita hitung adalah biaya untuk pembesaran ikan patin dengan usia panen 5 bulan. Pada usia tersebut, perkiraan bobot ikan per ekor dapat mencapai 300 gram.

Bibit yang digunakan sebesar Bibit ikan 3 inch dengan harga Rp 500 per ekornya. Dengan kebutuhan bibit sebanyak 2.500 ekor, maka total biaya untuk membeli bibit sebesar Rp.1.250.000.

Pakan ikan bulan pertama adalah pelet apung berukuran kecil dengan harga Rp.12.500 per kilogram. Untuk bulan pertama hanya membutuhkan pakan sebanyak 10 kg, maka biaya pakan untuk bulan pertama mencapai Rp.125.000.

Pada bulan kedua, ukuran ikan menjadi lebih besar hingga membutuhkan makanan lebih banyak. Pakan untuk bulan kedua berupa pelet dengan ukuran sedang memiliki harga Rp.6000 per kilogram.

Pada bulan kedua ini juga membutuhkan pelet sebanyak 30 kg hingga akan memakan biaya sebesar Rp.180.000. Pada bulan kedua ukuran ikan belum cukup untuk diberikan makanan alternatif, karena itu hingga bulan ketiga selalu gunakan pelet ikan.

Pakan ikan bulan ketiga membutuhkan 60 kg pelet apung dengan harga per kilogram Rp.6.000, maka keseluruhan biaya untuk bulan ketiga adalah Rp.360.000. Semakin besar ukuran ikan akan semakin membutuhkan banyak makanan.

Mulai bulan keempat, cobalah secara bertahap berikan makanan alternatif pengganti pelet hingga biaya pakan ikan pada bulan keempat dan kelima stabil pada kisaran Rp.360.000.

Total pengeluaran untuk biaya pembelian bibit dan pakan ikan selama 5 bulan adalah Rp.2.635.000. Biaya tersebut belum termasuk biaya lain-lain yang bisa dimasukkan ke dalam pengeluaran.

Selain biaya untuk bibit dan pakan, anda bisa memasukan biaya sewa lahan, pembuatan kolam, pengisian air, transportasi, biaya obat, dan biaya lainnya bisa dirasa perlu. Besaran total biaya akan mengurangi keuntungan bersih yang anda dapatkan.

Setelah 5 bulan dan bobot ikan mencapai 300 gram, anda biasa panen dengan perhitungan sebagai berikut. Panen keseluruhan 2.500 ekor dengan berat per ekor 300 gram, maka total berat panen diperkirakan mencapai 750.000 gram atau 750 kg.

Untuk penyusutan bibit yang mati, kita akan menganggap panen sebanyak 700 kg saja. Dengan asumsi harga pasar ikan sebesar Rp.13.000 per kilogram maka total harga mencapai Rp.9.100.000.

Keuntungan berupa total penjualan dikurangi total biaya sebesar Rp.6.465.000. Apabila anda melakukan budidaya ikan patin untuk mendapatkan hasil yang besar, maka anda akan memerlukan skala budidaya yang lebih besar lagi.

Apabila keuntungan per kolam dianggap 5 juta, maka bila anda memiliki 10 kolam akan mendapat keuntungan 10 kali lipatnya.

Sharing is Caring

«


KATEGORI

Copyright © 2024 Photo-SuitContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service