Photo-Suit

Budidaya Hewan dan Tanaman

via kanak7.wordpress.com

Panduan Lengkap Cara Budidaya Cabe Rawit Dengan Baik dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

September 24, 2016

Cabe rawit merupakan salah satu tanaman yang berasal dari benua Amerika. Tanaman yang satu ini sangat cocok dikembangkan di daerah tropis seperti Indonesia. Cabe rawit dapat tumbuh subur jika ditanam di dataran rendah dengan ketinggian antara 0 sampai 500 meter di atas permukaan laut.

Walaupun begitu, tanaman yang satu ini juga mampu tumbuh dengan baik sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Dengan catatan, jika tempat atau lahan yang digunakan terlalu tinggi maka hasil produksinya kurang maksimal.

Secara garis besar cabe rawit tetap dapat hidup di dataran tinggi, namun periode panennya lebih sedikit. Tidak hanya itu saja, produksi biji di dalam buah cabai juga lebih sedikit.

Hal ini menjadi kelemahan bagi para petani cabe rawit karena bobotnya berkurang. Sementara hal tersebut menjadi kelebihan bagi para konsumen karena mendapatkan cabe rawit yang lebih banyak.

Di Indonesia sendiri, cabe rawit yang dibudidayakan sangat beragam. Namun hanya ada 2 jenis cabe rawit yang banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Cabe tersebut yaitu cabe rawit putih yang ketika tua berubah warna menjadi kuning atau oranye. Sementara jenis cabe rawit lainnya yaitu cabe rawit hijau yang ketika tua berubah warna menjadi kemerahan. Untuk membudidayakan cabe rawit ternyata memiliki peluang sukses lebih besar dibandingkan budidaya cabe besar.

Pasalnya tingkat risiko lebih rendah, tanaman yang satu ini tahan terhadap serangan hama. Untuk Anda yang sedang bingung memilih jenis usaha, tidak ada salahnya Anda mencoba usaha budidaya cabe rawit.

Cara Menanam Cabai Rawit dengan Baik

via suburbantomato.com

Untuk menanam cabe rawit sebenarnya tidak membutuhkan keahlian khusus. Bahkan bagi Anda yang belum pernah melakukan budidaya cabe, Anda tetap dapat mencobanya. Jangan pernah takut untuk gagal, yang terpenting Anda melakukan budidaya ini dengan baik dan benar. Maka keuntungan berlimpah akan dengan mudah untuk Anda peroleh.

Berikut akan disampaikan bagaimana cara menanam cabe rawit yang baik. Langsung saja simak uraian berikut ini:

  1. Pemilihan Benih
  2. Membahas mengenai bagaimana cara budidaya tanaman tentu tidak terlepas dari pemilihan bibit. Setiap jenis cabe mempunyai kelemahan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Sebagai saran, Anda dapat memilih bibit cabe rawit yang baik dan juga unggul seperti hibrida.

    Karena kualitasnya yang bagus, cabe rawit ini dijual dengan harga yang cukup mahal. Jika Anda memiliki dana yang terbatas, maka gunakan bibit yang sesuai dengan lahan yang Anda miliki. Akan tetapi jika Anda memiliki dana yang cukup maka jangan terlalu pelit untuk mengeluarkan dana pembelian bibit berkualitas demi hasil panen yang maksimal.

    Pembelian bibit cabe rawit ini dapat Anda lakukan hanya di awal saja. Namun jika Anda sudah pernah panen maka manfaatkan sebagian dari hasil panen untuk dijadikan bibit. Cara ini merupakan cara terbaik bagi Anda yang ingin menghemat biaya pembelian bibit.

    Menurut beberapa pendapat, hasil panen pada periode yang ke 4 sampai yang ke 6 merupakan hasil panen terbaik untuk dijadikan benih. Namun bukan berarti hasil panen pada periode lainnya tidak dapat diolah untuk dijadikan benih.

    Jika ingin menyediakan benih sendiri maka pilih tanaman cabe yang tumbuh subur dengan buah yang lebat untuk dijadikan benih. Pastikan bahwa tanaman cabe yang Anda andalkan untuk dijadikan benih terbebas dari serangan penyakit.

    Untuk caranya sendiri cukup dengan membiarkan buah cabe mengering di pohon, jangan memetiknya. Gunakan biji cabe yang ada di tengah karena kualitasnya terbaik untuk dijadikan benih. Sebelum ditanam, Anda dapat merendam benih cabe tersebut di dalam air. Benih yang mengambang dapat Anda sisihkan kemudian jemur serta gunakan benih yang tenggelam.

  3. Penyemaian
  4. Bagi Anda yang ingin melakukan budidaya cabai rawit pada lahan seluas 1 hektar, gunakanlah benih sebanyak ½ kg. Benih tersebut dapat Anda semaikan terlebih dahulu di dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung.

    Gunakan polybag yang memiliki ukuran 5x10 cm, isi polybag tersebut menggunakan media persemaian sebanyak ¾ bagian saja. Untuk media persemaiannya sendiri dapat berupa campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Selanjutnya rendam benih menggunakan air hangat selama 6 jam dan masukkan benih ke dalam polybag.

    Setelah benih dimasukkan ke dalam polybag, Anda dapat menutup permukaannya menggunakan media tanam lagi. Jangan lupa untuk menyiramnya secara teratur yaitu di pagi dan juga sore hari.

    Dalam melakukan penyiraman sebaiknya dilakukan dengan teknik khusus agar media tanamnya tidak mudah rusak. Anda dapat melapisi permukaan polybag menggunakan kertas korean dan siram menggunakan kucuran air.

    Siramlah benih cabe rawit tersebut sampai airnya tembus atau keluar dari polybag. Benih tersebut biasanya akan tumbuh menjadi cabe rawit yang siap tanam ketika sudah berusia 1 sampai 2 bulan.

  5. Pengolahan Tanah dan Penanaman
  6. Untuk mengolah tanah sebaiknya lakukan secara bersamaan dengan pembibitan. Dengan begitu, benih cabe rawit siap untuk ditanam ketika lahan sudah siap untuk digunakan. Untuk pengolahan tanah sendiri diawali dengan membajak atau mencangkul lahan dengan kedalaman sekitar 40 cm.

    Setelah itu cek keasaman tanah, jika terlalu asam maka gunakan dolomit untuk menetralkannya. Jika lahan yang akan Anda gunakan untuk budidaya cabe rawit seluas 1 hektar, maka gunakan ¼ sampai 1 ton dolomit, tergantung tingkat keasaman tanah tersebut.

    Cara budidaya cabe rawit berikutnya yaitu dengan membuat bedengan dengan lebar antara 100 sampai 110 cm. Kemudian tingginya sekitar 30 sampai 40 cm serta panjangnya dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Untuk jarak antar bedengan sebaiknya selebar 60 cm, lakukan juga pemupukan.

    Pemupukan dapat dilakukan dengan memberikan pupuk organik sebanyak 15 sampai 20 ton per hektar. Pupuk organik yang dapat Anda gunakan yaitu campuran antara kompos dan juga pupuk kandang. Untuk tanah yang kurang subur, gunakan pula pupuk tambahan lain seperti urea atau KCI secukupnya.

  7. Perawatan
  8. Untuk perawatan sebaiknya dilakukan dengan cara yang tepat, khususnya di musim kemarau. Jika di musim penghujan, Anda mungkin tidak perlu melakukan penyiraman karena pasokan air yang cukup. Berbeda jika Anda membudidayakan cabai rawit di musim kemarau, pasokan air sangat terbatas.

    Ketika di musim kemarau, Anda harus melakukan penyiraman secara rutin dan teratur agar tanaman cabe rawit Anda tidak mudah mati. Jika pasokan air kurang dan tanah menjadi kering memang tanaman cabe rawit akan mudah mati.

    Untuk menjaga pasokan air pada lahan tanaman cabe rawit yaitu cukup dengan melakukan perendaman bedengan setiap 2 minggu sekali. Sirami bedengan sampai terendam setiap kali Anda melakukan perawatan yang satu ini.

    Ketika benih sudah mulai berusia 1 sampai 2 bulan atau setidaknya memiliki daun sebanyak 4 lembar, maka Anda dapat segera memindahkannya ke bedengan.

    Terhitung sejak saat itu, ketika usianya sudah 1 bulan maka Anda dapat melakukan pemupukan tambahan. Perawatan yang juga penting untuk Anda lakukan yaitu penyiangan dan jagalah bedengan agar terbebas dari gulma.

  9. Pemanenan
  10. Jika Anda sudah melakukan langkah-langkah sebelumnya dengan baik dan benar, yang harus Anda lakukan adalah menunggu. Tunggulah tanaman cabe rawit yang Anda budidayakan tersebut sampai berumur kurang lebih 3 bulan setelah dipindahkan dari polybag.

    Untuk periode panennya sendiri dapat berlangsung selama 6 bulan atau bahkan lebih. Sementara frekuensi panen pada masa panen tersebut dapat berlangsung sebanyak 15 sampai 18 kali.

    Akan tetapi, semakin tua tanamannya maka akan semakin rendah pula produktivitasnya. Sebaiknya lakukan budidaya cabe rawit sampai usianya 12 bulan saja demi mendapatkan hasil produksi maksimal.

    Pemanenan cabe rawit sebaiknya Anda lakukan di pagi hari, cukup dengan memetik buah cabe rawit beserta dengan tangkainya.

Jika Anda mampu membudidayakan cabe rawit dengan baik, maka hasil produksinya akan memuaskan. Untuk budidaya cabe rawit yang baik umumnya mampu menghasilkan total produksi mencapai 30 ton untuk setiap hektar lahan yang digunakan.

Cabe Rawit Bandung Super Pedas

via pinterest.com

Seperti yang Anda ketahui, Bandung merupakan salah satu daerah di Indonesia yang tanahnya sangat subur. Bandung terkenal dengan tanaman-tanamannya yang mampu tumbuh subur dengan daun hijau yang lebat. Tidak hanya perkebunan teh saja yang dapat Anda temukan di Bandung tetapi juga perkebunan cabe rawit.

Cabe rawit Bandung termasuk salah satu jenis cabe rawit yang banyak dicari oleh konsumen. Untuk Anda yang berkunjung ke Bandung, cobalah untuk mengunjungi tempat pembudidayaan cabe rawit. Ketahui apa saja perbedaan antara cabe rawit Bandung dan cabe rawit dari daerah lainnya.

Cabe rawit memang menjadi bahan masak yang sangat disukai bagi mereka yang menyukai masakan pedas. Rasa cabe rawit jauh lebih pedas dibandingkan dengan cabe lain, itulah salah satu kelebihan cabe rawit. Karena tingkat pedasnya yang sangat tinggi, Anda cukup menggunakan beberapa buah cabe rawit saja untuk membuat masakan terasa pedas.

Namun jika menggunakan cabe jenis lain mungkin Anda membutuhkan hingga 3 kali lipat untuk mendapatkan rasa pedas yang sama. Cabe rawit memang merupakan jenis cabe dengan tingkat kepedasan paling tinggi.

Manfaat Cabe Rawit Bagi Kesehatan

via datariau.com

Cabe rawit tidak hanya memiliki rasa pedas yang luar biasa, tanaman yang satu ini ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa dibalik rasanya yang pedas, cabe rawit memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Untuk konsumsi cabe rawit yang tidak berlebihan ternyata sangat bagus untuk menjaga kesehatan lambung. Untuk cabe rawit hijau, meskipun ukurannya mungil namun rasa pedasnya bukan main. Bagi pencinta kuliner pedas, cabe rawit adalah bahan yang selalu dicari-cari. Baik dikonsumsi sebagai lalap atau dijadikan sebagai bahan untuk bumbu masak.

Di dalam cabe rawit ternyata mengandung vitamin C, provitamin A dan bekaroten yang banyak. Bahkan kandungan-kandungan tersebut diketahui lebih banyak kadarnya pada buah cabe rawit dibandingkan buah jeruk, nanas ataupun mangga.

Tidak hanya itu saja, cabe rawit juga mengandung mineral seperti kalsium dan fosfor yang lebih banyak dibanding ikan segar. Namun cabe rawit memiliki kandungan vitamin C yang lebih sedikit dibandingkan cabai hijau.

Untuk Anda yang ingin mengetahui apa saja manfaat cabe rawit bagi kesehatan, simak ulasan berikut:

  1. Mengatasi Kanker
  2. Kandungan capcaisin yang ada pada cabe rawit sebagai sumber rasa pedasnya ternyata mampu menghilangkan sel kanker. Tentunya tanpa merusak sel normal jika cabe rawit dikonsumsi secara rutin.

    Kebiasaan masyarakat Indonesia yang makan gorengan menggunakan cabe rawit sebagai lalapan ternyata bukan tanpa alasan. Dengan memakan cabe rawit segar dipercaya dapat mengatasi kolesterol yang ada pada minyak gorengan.

    Tidak hanya itu saja, cabe rawit juga dipercaya mampu membakar kalori di dalam tubuh. Bahkan kemampuannya mencapai 25 persen kalori di dalam tubuh kita.

  3. Meningkatkan Nafsu Makan
  4. Untuk manfaat yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi untuk Anda dengar. Cabe rawit memang dipercaya mampu meningkatkan nafsu makan bagi Anda yang kurang atau bahkan tidak selera makan. Pasalnya zat capcaisin di dalam buah cabe rawit mampu membantu meningkatkan hormon endhophrin di dalam tubuh.

  5. Memperlambat Penuaan
  6. Penuaan merupakan risiko setiap makhluk hidup yang sulit untuk dihindari, bahkan dengan perawatan mahal sekalipun. Namun Anda dapat memperlambatnya yaitu dengan memanfaatkan cabe rawit yang ternyata kaya akan antioksidan. Kandungan vitamin C di dalam buah cabe rawit cukup tinggi dan didukung pula dengan kandungan betakaroten pada buah cabe rawit.

  7. Mengatasi Stroke
  8. Cabe rawit juga dipercaya mampu mengurangi risiko terkena stroke bagi Anda yang mengkonsumsinya secara rutin. Tidak hanya itu saja, manfaat lain dari konsumsi cabe rawit yaitu mampu mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah.

  9. Menjaga Kesehatan Jantung
  10. Beberapa penelitian akan cabe rawit mengungkapkan bahwa mengonsumsi cabe rawit dapat membantu melancarkan sumbatan di dalam aliran darah. Sumbatan tersebut merupakan sumbatan yang menjadi penyebab gangguan pada aliran dara dan dapat menyebabkan penyakit jantung.

  11. Mengatasi Nyeri Sendi
  12. Mengonsumsi cabe rawit juga sangat baik dilakukan bagi Anda yang menderita penyakit rematik. Pasalnya kandungan capcaisin yang ada di dalamnya mampu meredakan kejang-kejang otot.

  13. Menjaga Kondisi Tubuh
  14. Setiap orang tidak ingin merasakan sakit, tentunya Anda juga seperti itu. Untuk itu manfaatkanlah cabe rawit yang kaya akan antioksidan, baik untuk menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

  15. Mengatasi Ketidaksuburan
  16. Cabe rawit juga mampu meningkatkan kesuburan dan bahkan mampu meningkatkan gairah.

Itulah manfaat-manfaat yang dapat Anda peroleh dengan mengonsumsi cabe rawit. Namun sebaiknya konsumsi cabe rawit dalam jumlah terbatas karena jika terlalu banyak akan menimbulkan dampak buruk.

Analisa Usaha Bisnis Budidaya Cabe Rawit

via pinterest.com

Jika Anda tertarik dengan bisnis cabe rawit, Anda dapat menyimak analisa berikut ini. Mungkin saja Anda dapat memiliki gambaran seberapa besar modal yang harus Anda siapkan dan seberapa besar keuntungannya.

Namun, perhitungan berikut ini hanya sebagai contoh saja karena setiap barang di masing-masing daerah tidaklah sama. Langsung saja, berikut adalah analisa usaha budidaya cabe rawit:

Modal utama:

Untuk persiapan lahannya cukup banyak, antara lain yaitu:

Persiapan lahan tersebut membutuhkan dana sebesar 58 juta 320 ribu rupiah. Untuk persemaiannya yaitu:

Total kebutuhan dana untuk persemaian yaitu 3 juta 630 ribu rupiah. Untuk penanamannya membutuhkan dana sekitar 700 ribu rupiah dan penyulamannya membutuhkan dana sekitar 100 ribu rupiah. Tidak ketinggalan pula biaya untuk pemeliharaan, di antaranya yaitu:

Jika ditotal, biaya secara menyeluruh yaitu sekitar 90 juta 630 ribu rupiah. Masih ada lagi biaya yang tidak terduga sebesar 10 persen atau sekitar 9 juta rupiah. Jika dijumlahkan, maka totalnya adalah 99 juta 630 ribu rupiah atau sekitar 100 juta rupiah.

Penghasilan yang dapat Anda terima yaitu hasil panen dikalikan dengan harga cabe rawit saat ini. Harganya sendiri sekarang mencapai 12 ribu rupiah per kilogram, cukup mahal. Hasil produksi sekitar 12 ton, berarti penghasilannya yaitu sekitar 144 juta rupiah. Hasil panen dikurangi modal yaitu tersisa sekitar 44 juta rupiah.

Perlu Anda ketahui, harga cabe rawit di setiap daerah mungkin dapat berbeda-beda. Bahkan harga cabe rawit dapat naik turun, tidak pasti harganya 12 ribu rupiah per kilogramnya. Untuk hasil produksi sendiri sebenarnya sangat tergantung dari keseriusan dan keterampilan Anda dalam membudidayakan tanaman cabe rawit.

Semakin baik Anda membudidayakannya, maka semakin baik pula hasil produksinya. Begitu juga sebaliknya, jika Anda asal dalam mengerjakan usaha budidaya cabe rawit maka hasilnya kurang memuaskan. Pasalnya, kesuburan tanah dan pemeliharaan memiliki andil besar dalam pertumbuhan cabe rawit.

Analisa tersebut mungkin hanya contoh saja, namun memiliki manfaat yang besar bagi Anda yang ingin mencoba usaha budidaya cabe rawit. Anda dapat menggunakan analisa tersebut sebagai gambar cabe rawit dan memperhitungkan kebutuhan serta keuntungan Anda.

Untuk kebutuhan lahan, Anda dapat menyewa lahan atau menggunakan lahan Anda sendiri. Namun jika menyewa maka Anda membutuhkan dana lebih untuk kebutuhan lahan. Harga sewa lahan per 6 bulan saat ini yaitu sekitar 10 juta rupiah. Namun harga sewa dapat berbeda-beda tergantung dimana Anda tinggal saat ini.

Tingkat kesuburan tanaman cabe rawit sangat tergantung dari kesuburan tanahnya. Jika Anda ingin usaha budidaya cabe rawit yang Anda lakukan menguntungkan, maka manfaatkanlah pupuk kandang. Pupuk kandang sangat efektif membantu menyuburkan tanah dan harganya sangat terjangkau.

Sangat menguntungkan jika Anda memiliki hewan ternak sehingga dapat mengambil pupuk kandang Anda sendiri tanpa harus membelinya. Selain itu, Anda juga harus cerdas dalam memilih tanah atau lahan yang akan Anda sewa. Namun jika menggunakan lahan Anda pribadi, pastikan untuk mengolah lahannya agar menjadi subur.

Bagi Anda para pemula, Anda tentu sangat menginginkan usaha yang akan Anda lakukan ini sukses. Untuk itu, carilah informasi sebanyak mungkin mengenai tips sukses membudidayakan cabe rawit. Anda juga harus melakukan analisa sebaik mungkin, sesuaikan biayanya tergantung dari harga-harga yang ada di lingkungan Anda.

Perhitungkan dan rencanakan secara matang-matang untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Usaha ini sangat cocok bagi Anda yang tinggal di dataran rendah karena kecocokan tanahnya. Demikian yang dapat disampaikan mengenai usaha budidaya cabe rawit dan juga manfaat cabe rawit bagi kesehatan.

Sharing is Caring

«


KATEGORI

Copyright © 2024 Photo-SuitContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service